Lompat ke isi utama

Berita

Giat SARIF, Liah Culiah Tekankan Pentingnya Pembinaan Pegawai di Lingkungan Bawaslu

liah

Anggota Bawaslu Provinsi Banten, Liah Culiah, menyampaikan materi pembinaan pegawai dalam kegiatan SARIF (Syarah Kajian Staf secara Inklusif) di Bawaslu Kota Cilegon, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini membahas penguatan sumber daya manusia, penerapan manajemen talenta ASN, peningkatan kompetensi, serta pentingnya menjaga integritas dan kedisiplinan pegawai pada masa non-tahapan pemilu. Melalui forum pembelajaran ini, jajaran Bawaslu Kota Cilegon didorong untuk terus mengembangkan potensi, memperbarui data kepegawaian melalui aplikasi MyASN, serta meningkatkan profesionalisme dan produktivitas dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan.

Cilegon, Bawaslu Kota Cilegon – Anggota Bawaslu Provinsi Banten, Liah Culiah, menekankan pentingnya pembinaan pegawai, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) dalam meningkatkan profesionalisme jajaran Bawaslu. Menurutnya, masa non-tahapan pemilu perlu dimanfaatkan untuk mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, dan meningkatkan kualitas kinerja pegawai dalam menjalankan tugas kelembagaan.

“Pembinaan pegawai merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu. Seluruh jajaran perlu terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta menunjukkan kinerja yang profesional dan bertanggung jawab. Masa non-tahapan ini harus dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi dan menghasilkan hal-hal positif bagi organisasi,” ujar Liah Culiah dalam kegiatan SARIF (Syarah Kajian Staf secara Inklusif) yang dilaksanakan Bawaslu Kota Cilegon, Senin (19/10/2026).

Menurut Liah, pembinaan terhadap pegawai terus diintensifkan oleh Bawaslu Provinsi Banten sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kinerja dan profesionalisme jajaran, termasuk pada masa non-tahapan. Pembinaan tersebut juga menjadi pengingat bagi pegawai agar senantiasa menjaga perilaku, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta menghindari aktivitas yang dapat bertentangan dengan nilai integritas dan tanggung jawab sebagai aparatur.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas kedinasan. Menurutnya, integritas merupakan salah satu aspek penting dalam membangun kepercayaan terhadap lembaga dan memastikan setiap pegawai menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan.

Selain penguatan integritas, Liah menyoroti penerapan manajemen talenta ASN sebagai peluang bagi pegawai untuk mengembangkan kompetensi dan meningkatkan jenjang karier. Menurutnya, pegawai perlu memahami pentingnya pengelolaan data kepegawaian agar proses pengembangan karier dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Manajemen talenta menjadi salah satu kesempatan bagi teman-teman ASN untuk mengembangkan karier. Karena itu, data kepegawaian perlu diperbarui secara berkala melalui aplikasi MyASN agar informasi yang tercatat tetap mutakhir dan dapat mendukung proses pengelolaan karier,” jelasnya.

Liah juga mendorong jajaran Bawaslu kabupaten/kota, khususnya Bawaslu Kota Cilegon, untuk terus mengembangkan potensi dan menunjukkan kinerja yang kreatif serta inovatif. Menurutnya, masa non-tahapan bukan menjadi alasan untuk mengurangi produktivitas, melainkan kesempatan untuk memperkuat kemampuan dan menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi organisasi.

Ia menambahkan bahwa kedisiplinan pegawai, termasuk dalam pelaksanaan presensi, perlu menjadi perhatian seluruh jajaran. Kehadiran sesuai ketentuan merupakan bagian dari tanggung jawab ASN dalam menjaga tertib administrasi dan memastikan pelaksanaan tugas berjalan secara optimal.

“Pegawai harus tetap disiplin dalam melaksanakan presensi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kedisiplinan merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai ASN dan menjadi salah satu bentuk komitmen dalam menjalankan tugas kelembagaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Cilegon, Alam Arcy Azhari, menekankan pentingnya memanfaatkan masa non-tahapan untuk memperkuat kapasitas dan meningkatkan kualitas kinerja pegawai. Menurutnya, pengembangan kompetensi, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap tugas dan fungsi kelembagaan perlu terus ditingkatkan agar seluruh jajaran tetap produktif dan siap menjalankan tanggung jawabnya.

“Masa non-tahapan harus kita manfaatkan untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas, dan memperkuat kualitas kinerja. Setiap pegawai perlu memahami tugas dan tanggung jawabnya serta terus mengembangkan kompetensi agar tetap produktif dan siap menghadapi kebutuhan organisasi,” ujar Alam.

Alam menjelaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Bawaslu. Dengan kompetensi yang terus dikembangkan dan kedisiplinan yang terjaga, jajaran sekretariat diharapkan mampu memberikan dukungan optimal terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan pemilu.

Menurutnya, kegiatan SARIF menjadi ruang pembelajaran bagi pegawai untuk memperluas wawasan, bertukar pemahaman, serta mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kelembagaan. “Melalui forum tersebut, pegawai diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari,” tutup Alam.

Penulis : Hairul Anam

Dokumentasi Foto: Iyunk


Editor: Ahmad Muarif Kepala Subbagian Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kota Cilegon