Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Cilegon Tekankan Peran Mahasiswa dalam Pengawasan Demokrasi yang Berintegritas

partisipatif

Ketua Bawaslu Kota Cilegon, Alam Arcy Azhari, menyampaikan penguatan pengawasan partisipatif dengan melibatkan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam menjawab tantangan demokrasi pasca reformasi, melalui peningkatan literasi, kontrol sosial, dan pencegahan pelanggaran pemilu secara kolektif. Jumat (13/3/2026).

Cilegon, Bawaslu Kota Cilegon - Ketua Bawaslu Kota Cilegon, Alam Arcy Azhari, menegaskan bahwa penguatan kualitas demokrasi pasca reformasi tidak dapat hanya bertumpu pada pengawasan kelembagaan, melainkan harus didukung oleh keterlibatan aktif masyarakat sipil, khususnya kalangan mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik.

Menurut Alam, meningkatnya kompleksitas pelanggaran dalam setiap tahapan kepemiluan, seperti praktik politik uang, disinformasi, hingga rendahnya partisipasi pemilih, menuntut adanya pendekatan yang lebih komprehensif melalui penguatan pengawasan partisipatif. Dalam konteks tersebut, Bawaslu Kota Cilegon secara aktif melibatkan organisasi mahasiswa sebagai mitra strategis dalam upaya pencegahan dan peningkatan kualitas demokrasi.

“Bawaslu memandang mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pengawasan partisipatif. Di tengah dinamika demokrasi pasca reformasi, peran mahasiswa menjadi penting untuk memperkuat kontrol sosial sekaligus mendorong praktik kepemiluan yang berintegritas,” ujar Alam dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Organisasi Mahasiswa Kota Cilegon, Jumat (13/3/2026).

Ia menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa tidak cukup bersifat simbolik atau normatif, melainkan harus diwujudkan secara substantif dalam berbagai aspek pengawasan. Mulai dari penyampaian informasi yang benar kepada masyarakat, penguatan literasi demokrasi, hingga partisipasi aktif dalam mengawasi potensi pelanggaran di lapangan.

“Kami mendorong mahasiswa tidak hanya terlibat secara normatif, tetapi juga substantif, baik dalam melakukan pengawasan, menyampaikan informasi, maupun membangun kesadaran hukum masyarakat. Ini menjadi kunci untuk menjaga kualitas pemilu yang jujur dan adil,” tegasnya.

Lebih lanjut, Alam menjelaskan bahwa penguatan pengawasan partisipatif merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bawaslu dalam membangun ekosistem demokrasi yang tidak hanya prosedural, tetapi juga berintegritas. Dengan memperluas keterlibatan publik, khususnya generasi muda, diharapkan proses demokrasi dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, serta memiliki legitimasi yang kuat di mata masyarakat.

Kegiatan konsolidasi tersebut turut dihadiri oleh berbagai organisasi mahasiswa di Kota Cilegon, seperti GMNI, HMI, PMII, IMM, PDB, dan GEMA Al-Khairiyah, yang dalam forum diskusi menyampaikan pandangan terkait penguatan literasi kepemiluan, peningkatan partisipasi pemilih, serta pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat sipil

Penulis dan Foto: Tim Humas Bawaslu Kota Cilegon

Editor: Kepala Sub Bagian Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kota Cilegon

Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.