Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Demokrasi Inklusif, Bawaslu Cilegon Dorong Keterlibatan Perempuan

forhati

Anggota Bawaslu Kota Cilegon, Subi’ah dan Eneng Nurbaeti berdiskusi bersama peserta Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan bersama Majelis Daerah Forum Alumni HMI-Wati Kota Cilegon, Kamis (11/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kota Cilegon dalam memperkuat peran perempuan sebagai mitra strategis pengawasan partisipatif, meningkatkan kesadaran demokrasi, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga integritas Pemilu dan Pemilihan yang demokratis, inklusif, dan berkeadilan.

Cilegon, Bawaslu Kota Cilegon – Anggota Bawaslu Kota Cilegon, Subi’ah, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam menjaga kualitas demokrasi dan pengawasan Pemilu. Menurutnya, meskipun peran perempuan kerap dipandang sebelah mata, pada kenyataannya perempuan memiliki kontribusi besar sebagai fondasi dalam kehidupan sosial maupun pembangunan bangsa.

“Peran aktif perempuan sering kali masih dipandang sebelah mata. Padahal, perempuan memiliki posisi yang sangat penting sebagai pondasi dalam kehidupan keluarga, masyarakat, bahkan menjadi bagian dari pondasi pembangunan bangsa dan negara. Karena itu, keterlibatan perempuan dalam pengawasan partisipatif perlu terus diperkuat dan didorong,” ujar Subi’ah dalam kegiatan Focus Group Discussion bersama Majelis Daerah Forum Alumni HMI-Wati Kota Cilegon pada Kamis (11/06/2026). 

Subi’ah menjelaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam berbagai ruang partisipasi publik, termasuk pengawasan Pemilu, menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif dan representatif. Oleh karena itu, perempuan perlu diberikan ruang dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam proses demokrasi.

"Kehadiran perempuan dalam pengawasan partisipatif memberikan perspektif dan kekuatan tersendiri dalam menjaga integritas Pemilu. Oleh sebab itu, kami terus mendorong perempuan untuk berani mengambil peran dan terlibat aktif dalam setiap proses demokrasi," tegas Subi’ah.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Cilegon, Eneng Nurbaeti, menekankan bahwa keberhasilan pengawasan partisipatif tidak dapat diwujudkan oleh Bawaslu sendiri. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, lembaga, komunitas, hingga kelompok perempuan menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan pengawasan dan meningkatkan kesadaran demokrasi di tengah masyarakat.

“Bawaslu tidak dapat menjalankan pengawasan partisipatif secara optimal tanpa dukungan dari masyarakat. Sinergi dengan organisasi, lembaga, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membangun pengawasan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Eneng.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa penguatan pengawasan partisipatif memerlukan koordinasi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara Bawaslu dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keterlibatan perempuan harus menjadi salah satu fokus utama dalam upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu.

“Kita perlu terus menjalin koordinasi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan pengawasan partisipatif yang aktif dan berkelanjutan. Dalam hal ini, peran perempuan menjadi sangat penting karena memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pengawasan di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” tutup Eneng.

Penulis dan Foto: Tim Humas Bawaslu Kota Cilegon
Editor: Kepala Subbagian Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kota Cilegon

Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.